Gugusan Terumbu Karang Belize Keluar dari ‘Daftar Neraka’

Gugusan terumbu karang di Mesoamerican merupakan yang kedua terbesar di dunia setelah Great Barrier Reef di Australia.

Di sana hidup beragam jenis terumbu karang dan makhluk laut eksotis, mulai dari penyu laut, ikan pari sampai ikan hiu.

Hampir sepuluh tahun Mesoamerican bercokol dalam daftar Terancam Punah yang dirilis UNESCO.

UNESCO sendiri merilis daftar tersebut agar mata dunia semakin terbuka dengan “kiamat lokal” yang sedang terjadi di bumi akibat pemanasan global dan pencemaran lingkungan.

Kerusakan gugusan terumbu karang Mesoamerican diakibatkan oleh eksplorasi minyak mentah di tengah laut yang tak bertanggungjawab.

UNESCO memuji upaya pemulihan kelestarian gugusan terumbu karang di Belize dan berharap negara lain bisa menirunya.

UNESCO juga tetap memantau konsistensi usaha penyelamatan yang sedang dilakukan.

“Rencana penyelamatan sudah ditetapkan sejak tahun 2016. Saat ini sejumlah langkah terus dilakukan. Kami harap konsistensi mereka bisa berbuah baik,” tulis UNESCO dalam keterangan resmi usai pertemuan di Manama, Bahrain.

Belize dikenal sebagai destinasi wisata musim panas yang kerap dikunjungi selebriti dan orang berduit di dunia.

Jauh dari komplek resor mewah yang berdiri di tepian perairannya, gugusan terumbu karang Mesoamerican juga ramai didatangi oleh peneliti kehidupan bawah laut.

Terumbu karang di sana masuk dalam daftar Situs Warisan Budaya Dunia pada tahun 1996, namun masuk dalam daftar Terancam Punah pada tahun 2009.

Setelah mendapat banyak kritik, pemerintah Belize akhirnya memulai langkah penyelamatan gugusan terumbu karang Mesoamerican.

Penanaman pohon bakau di sekitar kawasan pantai merupakan salah satu langkah mereka.

Mereka juga telah merevisi kontrak pengeboran bawah laut yang dekat dengan gugusan terumbu karang pada bulan Desember kemarin, setelag sebanyak 96 persen penduduk Belize menyatakan keberatan dengan kegiatan eksplorasi minyak mentah di perairan negaranya.

Dalam pemungutan suara yang sempat dilakukan, penduduk Belize lebih memilih kegiatan pelestarian alam dibandingkan bekerja untuk eksplorasi yang merusak alam.

Industri pariwisata di Belize selama ini memberi pendapatan negara sebanyak US$37 juta per tahunnya.