Kami Kembali Memilihkan Pemain Spekulatif Untuk GW31

Setelah sebelas pemain sudah kami rekomendasikan, tersedia empat nama pemain cadangan yang sifatnya spekulatif yang mampu kalian miliki, masing-masing satu berasal dari setiap posisi. Dikutip dari slot online bonus member baru, Terlepas berasal dari formasi inti yang digunakan, kami menambahkan wejangan cadangan bersama format tetap: satu kiper, satu bek, satu gelandang, dan satu penyerang. Sehingga mesti penyesuaian jika idamkan memakainya secara keseluruhan di tim FPL sebenarnya.

Pekan lalu, tidak tersedia pemain spekulatif berasal dari kami yang berhasil berprestasi. Meski demikian, kami lagi memilihkan pemain spekulatif untuk GW31 ini. Jika kalian sangat percaya bersama kebolehan scouting kami, tidak tersedia salahnya memasukkan mereka ke didalam lapisan sebelas pemain utama, bukan di bangku cadangan. Tapi, ya, namanya termasuk spekulatif, ya, jadi belum pasti sukses.

Apa Itu Pemain Spekulatif?

Jika kalian baru pertama kali membaca serial artikel pemain spekulatif FPL kami, mesti kami jelaskan terutama dahulu.

Kriteria penentuan pemain spekulatif pada artikel kami cukup sederhana, yakni pemain yang dimiliki bersama kisaran 5.0%+ atau ke bawah.

Pemilihan pemain berkategori spekulatif mampu dibutuhkan jika para manajer FPL punya niat mengejar poin lawan di mini-league. Pemain-pemain seperti ini mampu jadi pembeda yang membawa dampak tim manajer FPL mendapat poin tanpa tersaingi banyak manajer lain.

Tapi penamaan spekulatif termasuk bukan tanpa alasan, karena pilih pemain bersama kepemilikan rendah membawa dampak manajer FPL kesusahan beradu jika para pemain bersama angka kepemilikan tinggi menggapai poin besar. Jika kalian adalah seorang risk taker, maka artikel ini bakal sesuai untuk kalian.

Meski bakal hadapi Leicester City yang tercatat sebagai tidak benar satu kesebelasan yang kerap menembak (18 tembakan tepat sasaran berasal dari 78 percobaan tembakan), Heaton miliki kesempatan kecil untuk menggapai poin nirbobol namun kebalikannya ia mampu saja menggapai poin berasal dari usaha penyelamatannya di bawah gawang Burnley. Catatan 10 penyelamatan yang sudah ia jalankan mampu saja makin tambah pas hadapi Leicester di pekan ke-31 ini.

Akhirnya Bournemouth berhasil meraih kemenangan sekembalinya Callum Wilson kala mengalahkan Huddersfield Town di kandang mereka. Hasil ini bisa saja menjadi titik balik setelah lima laga terakhir The Cherries gagal menang. Menghadapi Newcastle United di kandang dengan rasa percaya diri lebih, Clyne cocok dijadikan sebagai bek spekulatif di GW31. Sebagai tambahan, bek pinjaman Liverpool ini sudah melakukan lima usaha umpan silang dan lima sentuhan di kotak penalti lawan (terbanyak dari bek Bournemouth lainnya). Bisa saja usaha tersebut bisa membuahkan hasil dengan kembalinya Wilson sebagai penyerang utama mereka.

Perjalanan Akhir Menuju Quadruple City Dimulai

Manchester City masih berkesempatan capai empat gelar juara pada musim ini. Setelah menjuarai Piala Liga pada akhir Februari selanjutnya bersama dengan mengalahkan Chelsea, skuat asuhan Pep Guardiola ini masih berkompetisi Liga Champions UEFA dan Piala FA. Di Liga Primer Inggris pun masih bertengger di puncak klasemen.

Dengan tiga turnamen tersisa, musim liga sendiri telah hendak memasuki dua bulan terakhir. Karenanya jadwal pertandingan yang akan dihadapi City didalam merintis ketiga kompetisi selanjutnya akan amat padat.

Dikutip judi slot bonus 200%, Setelah jeda internasional yang berlangsung pada periode 21 Maret hingga 28 Maret, City akan disibukkan bersama dengan pertandingan yang jarak pertandingannya amat dekat. Inilah yang akan pilih ketangguhan City dan apakah mereka mampu capai quadruple atau tidak.

Perjalanan akhir menuju quadruple City di awali bersama dengan menghadapi Fulham di Liga Primer Inggris pada 30 Maret. Memasuki April, tersedia 8 pertandingan yang wajib mereka jalani didalam tempo 28 hari. Bahkan terkecuali City mampu menyingkirkan Tottenham Hotspur di babak perempat final Liga Champions, didalam tempo 32 hari, mereka akan merintis 9 pertandingan.

Dalam periode tersebut, City tak akan lagi mengalami jadwal antar pertandingan yang berjarak 6 hari. Paling banyak, jeda satu pertandingan ke pertandingan lain adalah 4 hari. Apalagi pada periode 14 April hingga 20 April, didalam 7 hari mereka akan menghadapi tiga pertandingan. Dua di antaranya adalah melawan Tottenham, satu di ajang Liga Champions UEFA satu di ajang Liga Primer Inggris. Beruntungnya kedua laga melawan Spurs selanjutnya digelar di Etihad Stadium.

Selain Tottenham, lawan berat yang telah menanti City pada bulan April adalah Manchester United. Pertandingan lawan United sendiri akan berlangsung di Old Trafford. Laga selanjutnya berlangsung sehabis City dua kali menghadapi Spurs, yang artinya City akan merintis laga berat tiga hari berturut-turut.

Cardiff Sedang Dalam Performa yang Menurun

Tidak terasa Liga Primer Inggris trend 2018/19 telah memasuki gameweek 30 yang mengindikasikan bahwa tinggal delapann laga tersisa bagi setiap kesebelasan sehabis GW30 berakhir. Sebagai manajer FPL, sudahkah kalian menyiapkan racikan taktik buat menghadapi pekan-pekan penting ini? Semoga rekomendasi lini belakang kami pada GW30 ini bisa sedikit memberi solusi bagi skuat kalian. Sekadar memberi memahami, catatan statistik yang kami pakai pada setiap pemain merupakan menurut berdasarkan penampilan pada empat gameweek terakhir (ditandai dengan*).

Meski hanya berhasil meraih satu nirbobol pada empat laga terakhir, Lukasz Fabianski (West Ham, £4.7) sanggup dikatakan tidak tidak baik-buruk amat dalam urusan raihan poin. Walau selalu kebobolan satu gol di tiga laga terakhir, kiper berasal Polandia tersebut menerima 3 poin di setiap laganya. Poin tadi diraih berkat aksi-aksi penyelamatannya di bawah gawang The Hammers. Tak heran Fabianski sudah mencatatkan 15 penyelamatan* (terbaik ke 2).

West Ham United akan bertandang ke markas Cardiff City pada GW30. Peluang meraih poin dari nirbobol relatif terbuka lebar mengingat catatan menyerang anak asuh Neil Warnock berada di 3 terburuk: 11 tembakan sempurna target*, mencetak 3 gol*, & butuh saat 9.7 mnt buat menciptakan satu peluang*. Selain itu, Cardiff sedang dalam performa yang menurun lantaran mengalami 3 kekalahan beruntun di liga. Jikalau peluang buat meraih nirbobol sirna, balik lagi ke poin awal bahwa Fabianski bisa mendapat poin berkat aksi-aksi heroik pada bawah gawang West Ham.

Berhasil meraih prestasi pada dua laga terakhir yg dilakoninya, Trent Alexander-Arnold (Liverpool, £lima.Lima) berpeluang memperpanjang raihan prestasinya kala menghadapi Burnley pada Anfield pada pekan ke-30 ini. Dari dua laga tersebut, TAA sudah membangun 3 asus & dua nirbobol. Khusus 3 asis yang dia ciptakan itu, TAA raih dalam satu laga kala Liverpool menghancurkan Watford menggunakan skor 5-0. Tak heran pemain berasal Inggris ini begitu impresif dalam menyerang jika melihat berdasarkan statistiknya: 21 umpan silang* & 7 peluang* (terbaik kedua di antara bek).

Menurut menang judi bola ratusan juta dibayar, Dari statistik bertahan lawan, Burnley tercatat sebagai keliru satu kesebelasan yg tak jarang kecolongan umpan silang menurut sisi kiri menggunakan catatan 48 umpan silang* (terbanyak kedua). Maka berdasarkan itu peluang Alexander-Arnold meraih poin menyerang sangatlah terbuka. Sebagai tambahan, Alexander-Arnold juga sebagai pengambil tendangan bola meninggal The Reds, terutama tendangan sudut.

Dari Empat Laga Yang Sudah Dijalani Setelah Melawan Peru


Perancis jadi kesebelasan unggulan pada Piala Dunia 2018. Tetapi secara permainan, sejak fase kelompok mereka sebenarnya kurang meyakinkan. Meski begitu lambat laun kualitas Les Blues mulai tampak, setidaknya mereka berhasil mencapai babak semifinal dengan mulus setelah pada fase gugur mengalahkan Argentina (4-3) & Uruguay (dua-0).

Sebenarnya Perancis bukannya nir khas sejak fase grup. Menurut agen bola bonus deposit 100%, Sang instruktur, Didier Deschamps, memang menyetel permainan anak asuhnya buat bermain lebih disiplin dalam menyerang & bertahan. Deschamps mengutamakan ekuilibrium saat menggunakan atau pun tanpa bola. Cara inilah yg menciptakan Perancis cukup kokoh di lini pertahanan akan tetapi mampu menyengat ketika menyerang.

Memulai turnamen menggunakan pola dasar 4-tiga-tiga, Perancis tampak memakai pola dasar 4-dua-tiga-1 sejak pertandingan ke 2 melawan Peru. Namun sebenarnya, mereka tidak sahih-sahih menggunakan pola 4-dua-tiga-1 di lapangan. Jangan tertipu dengan susunan & perpaduan yang ditayangkan televisi. Ada “keanehan” pada kumpulan Perancis yang terlihat berdasarkan fungsi winger kiri mereka.

Dari empat laga yg telah dijalani selesainya melawan Peru, Deschamps memainkan Blaise Matuidi, kemudian Corentin Tolisso waktu Matuidi absen pada pos “winger kiri”. Kecuali Thomas Lemar di laga melawan Denmark & Ousmane Dembele pada laga pertama melawan Australia, ini terbilang aneh lantaran Matuidi & Tolisso adalah pemain yang umumnya ditempatkan sebagai gelandang tengah.

Tapi keanehan inilah yg menjadi fondasi strategi timnas Perancis. Tolisso atau Matuidi meski diplot menjadi sayap kiri punya tugas utama menyeimbangkan lini tengah Perancis. Keduanya sangat berguna saat Perancis kehilangan bola lantaran akan turun sejajar Paul Pogba atau Kante. Saat membentuk serangan pun mereka akan turun lebih dalam buat sebagai jembatan dari lini pertahanan ke depan.

Grafis di atas menerangkan Matuidi dan Tolisso yg aktif turun ke area pertahanan buat mendapat bola yang lalu disirkulasikan ke tengah atau ke depan. Hal ini tidak selaras dengan Kylian Mbappe yg berposisi menjadi winger kanan Perancis.

Jika winger kiri aktif turun ke area pertahanan sendiri, winger kanan yg diisi sang Mbappe lebih banyak menerima bola pada area pertahanan versus. Bahkan melawan Uruguay, Mbappe sahih-sahih sangat sporadis membantu pertahanan.

Dalam catatan WhoScored, Matuidi & Tolisso ternyata poly melakukan upaya tekel, intersep, sapuan, duel udara, sampai blok. Atribut-atribut tadi semakin menegaskan bahwa tugas primer mereka sebenarnya mengamankan kiri pertahanan menurut serangan versus alih-alih menyerang versus menurut area kiri.

Tak heran pula pada akhirnya agresi menuju kotak penalti Perancis lebih banyak melalui sisi kanan. Perubahan 4-dua-tiga-1 menjadi 4-3-3 kerap dilakukan baik saat menguasai bola ataupun tanpa bola. Saat menggunakan bola, serangan pada akhirnya lebih banyak dialihkan ke sisi kanan karena terdapat Pogba, Mbappe, Benjamin Pavard, & Antoine Griezmann sebagai pusat agresi.

Barcelona Disebut-sebut Tampil Jauh Lebih Baik Dari Beberapa Musim


Johann Van Galen, instruktur timnas Japan Youth All-Stars, mengadakan sesi triangle game dalam penentuan 22 pemain yg hendak disiapkan buat turnamen J-Cup yg diikuti Jepang, Meksiko, Italia dan Korea Selatan. Di akhir seleksi yg diikuti 33 pemain itu, beliau membuat 3 tim buat menyisihkan 11 pemain. Hanya 2 kesebelasan yang paling banyak mencetak gol yang nantinya dibawa ke Italia, loka diselenggarakannya J-Cup.

Yang menjadi kejutan, Van Galen menempatkan Kaoru Okita, dilansir bonus deposit 100% member baru, pemain yang selalu menerima nilai teratas sejak pemain seleksi diisi sang 43 pemain, bersama pemain-pemain yang umumnya menerima nilai rendah. Teppei Sakamoto, yang beberapa kali mendapatkan teguran dari Van Galen, bahkan mendapatkan minus 1,lima poin, justru ditempatkan bersama para pemain terbaik pada skuat tersebut.

Di akhir pertandingan, tim yg diisi Okita kalah. Van Galen tak menampik bahwa ada unsur kesengajaan yg menciptakan Okita, pemain paling berteknik pada skuat tadi, menjalani pertandingan lebih sulit (lantaran rekan setimnya nir diisi sang pemain-pemain terbaik) hingga akhirnya tersingkir. Alasan instruktur berasal Belanda tadi menyisihkan Okita adalah karena, fantasista wa pitch ni futari wa iranai, yang adalah “Sebuah tim nir memerlukan 2 fantasista pada lapangan”.

Bersama Ernesto Valverde, Barcelona diklaim-sebut tampil jauh lebih baik dari beberapa musim sebelumnya, khususnya berdasarkan isu terkini 2016/2017 ketika Barca ditangani Luis Enrique. Situasi ini cukup mengejutkan. Pertama, Valverde tiba menjadi mantan instruktur Athletic Bilbao yg prestasi terbaiknya juara Piala Super Spanyol sekali & sebagai runner-up Copa del Rey sekali. Prestasi menterengnya terjadi di Liga Yunani menggunakan tiga trofi domestik. Kedua, animo ini Barca ditinggalkan galat satu pemain terbaiknya, Neymar jr. Ke Paris Saint-Germain. Apalagi pemain penggantinya, Ousmane Dembele, pribadi cedera panjang di awal musim.

Kehilangan Neymar inilah yg saya soroti menciptakan Barca punya penampilan lebih baik. Untuk menakar sejauh mana permainan impresif Barcelona, kita bisa mendengar komentar Lionel Messi yg merasa timnya tampil lebih baik beserta Valverde yg memakai deretan dasar 4-4-2.

“Pelatih telah kentara mengungkapkan semenjak awal tentang apa yg beliau inginkan. Kami menciptakan kami sendiri bertenaga dalam bertahan & saat menyerang kami punya pemain dengan kualitas tinggi,” istilah Lionel Messi pada Februari 2018. “Tanpa Neymar kami jadi lebih seimbang. Kepergiannya membuat kami mengganti cara bermain. Kami kehilangan banyak potensi di lini depan akan tetapi kami meningkat pada lini pertahanan. Kami lebih seimbang & skema ini membuat kami jauh lebih solid.”

Messi secara gamblang menjelaskan laba menurut kepergian Neymar adalah membuat timnya sebagai solid dalam bertahan. Melihat statistik pada La Liga, yg dikatakan Messi di atas sinkron keterangan. Saat artikel ini ditulis (La Liga tinggal tersisa 3 laga) Barca yang telah memastikan gelar kampiun hanya kebobolan 23 kali menurut 35 laga. Mereka juga mencatatkan 18 kali nirbobol. Musim lalu Barca yang hanya mendapatkan gelar juara Copa del Rey kebobolan 37 kali pada La Liga. Nirbobol `hanya` 13 kali.

Maka mungkin inilah yg dimaksud Van Galen dalam Fantasista bahwa sebuah tim nir membutuhkan 2 fantasista. Cerita dalam manga “Fantasista” pada awal goresan pena inilah yg kembali menyeruak dalam permukaan ingatan ketika saya membaca komentar-komentar pemain & para pengamat La Liga terkait penampilan Barcelona trend ini.

Messi & Neymar merupakan dua pemain yg layak diklaim fantasista. Fantasista ini bukan peran apalagi posisi dalam sebuah deretan. Fantasista adalah kata Bahasa Italia untuk pemain yg punya kualitas individu mumpuni & olah bolanya bisa menciptakan penonton berdecak kagum.

Fantasista identik menggunakan nomor punggung 10 pada era 90-an, seperti Roberto Baggio, Alessandro Del Piero, Francesco Totti, Diego Maradona hingga Pele pada masa lalu. Akan namun ada jua pemain-pemain yang dijuluki fantasista namun nir mengenakan angka 10, seperti Andrea Pirlo (21), Johan Cruyff (14), Franz Beckenbauer (5), Alvaro Recoba (20), Zinedine Zidane (21), Ricardo Kaka (22), bahkan sampai yang terkini yaitu Cristiano Ronaldo (7).

Lionel Messi dan Neymar pun termasuk kategori pemain yg layak dianggap menjadi fantasista. Penampilan individu keduanya bisa menentukan output akhir pertandingan & membuat penonton terpusat perhatiannya pada mereka. Nah, munculnya Neymar menjadi fantasista baru pada sepakbola ketika ini tidak tanggal dari penampilannya beserta Barca.

Saat awal bergabung Barca dalam 2013, Neymar masih berada pada bayang-bayang Messi. Ia hanya mencetak 9 gol dan 10 asis di La Liga (total 15 gol pada segala ajang). Satu ekspresi dominan berikutnya, Neymar mulai terbiasa atmosfer sepakbola Eropa. Ia pun mencatatkan 22 gol dan 9 asis pada La Liga. Walaupun begitu catatan tersebut masih membuatnya berada pada bawah Messi yang total mencetak 58 gol dalam satu animo.