Tempat Wisata Tersembunyi di Wonosobo

Berbicara tentang tempat wisata di Wonosobo sebenarnya tidak ada habisnya, mulai dari tempat wisata alam yang benar-benar eksotis yang dikenal di luar negeri dan budaya lokal yang unik. Wonosobo adalah sebuah kabupaten yang terletak di tengah pulau Jawa, yang dikelilingi oleh berbagai rezim seperti Magelang, Temanggung, Banjarnegara, Kebumen, Batang dan Pekalongan. Wisata Wonosobo tidak hanya dieng, tetapi masih banyak tempat wisata selain Dieng di Wonosobo. Seperti Waduk Wadaslintang, Danau Menjer, Perkebunan Teh Tambi, Air Terjun Sikarim dan banyak lagi.

Kita akan membahas salah satu surga tersembunyi di Wonosobo, yang disebut Danau Menjer. Danau Grower sudah dikenal di masyarakat setempat, tetapi belum diketahui oleh wisatawan di luar kota dan luar negeri. Sebagian besar dari mereka ketika mereka mengunjungi Wonosobo, tujuan wisata berfokus langsung pada Dieng. Meski sebenarnya masih banyak tempat wisata, yang jarang dikunjungi wisatawan, mereka menawarkan pemandangan indah seperti Danau Joga.

Danau Grower adalah danau buatan yang bertindak sebagai pembangkit listrik tenaga air oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air Garung. Seiring dengan perkembangan danau, waktu mulai menyatu menjadi tempat wisata yang tepat. Telaga Menjer terletak di Kecamatan Garung, sekitar 8 km dari pusat kota Wonosbo. Rute ini hampir sama dengan rute ke Dieng. Dari alun-alun Wonosbo Anda dapat dengan mudah menuju utara ke arah Dieng. Tiba di pasar Garung, terletak sekitar. 7 km dari alun-alun Wonosbo di sisi kiri jalan di sekitar pasar adalah pagar dengan pembangkit listrik tenaga air Garung. Kemudian ikuti jalan dari gerbang sampai Anda melihat danau di sebelah kiri jalan. Untuk harga tiket di berbagai menu harganya 3000 rupiah per orang. Orang.

Chandra Asri Olah Sampah Menjadi BBM

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah membuka pabrik pengelolaan limbah nuklir (IPS Masaro) di Cilegon, Banten. IPS Masaro dapat memproses limbah swadaya 1.000 keluarga, didukung oleh sistem pemilahan sampah sesuai dengan kategori yang dilakukan di setiap rumah secara mandiri dari masyarakat. Limbah yang disortir ditukar dengan insentif dan, menurut IPS Masaro, diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Melalui IPS Masaro, kami mendesak masyarakat untuk meninggalkan sistem pengelolaan limbah dan pembuangan konvensional dan pindah ke sistem pemilahan prosesor di mana limbah yang terkumpul dikelola dan diproses dan diolah secara menyeluruh tanpa sisanya. Fasilitas ini tidak memerlukan lahan untuk landfill,” kata Direktur Suryandi melalui keterangannya pada Jumat (13-13-2019), seperti dilansir imq2.com

Menurutnya, sampah organik diolah menjadi pupuk cair dan media tanam, sedangkan sampah non-organik yang masih bernilai ekonomis, diolah menjadi bahan daur ulang dan dijual ke industri daur ulang. “Sisa limbah, yang tidak memiliki nilai ekonomis, membakar insinerator yang panasnya digunakan untuk mengolah plastik menjadi bahan bakar dengan pirolisis,” lanjutnya.

Bahan bakar yang dihasilkan tidak hanya dijual, tetapi juga digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan transportasi dan peralatan mesin. Dengan cara ini, semua limbah yang diangkut ke IPS Masaro dapat sepenuhnya diproses dan tidak ada limbah yang mencemari lingkungan.

Dari tiga unit di mesin pirolisis IPS Masaro, salah satu modifikasi adalah mesin gas oleh siswa sukarela di kelas 11 di John Leiman, sebuah sekolah antarbudaya di Jakarta. “Dengan bekerja sama dengan Asosiasi Industri Plastik Aromatik Olefin Indonesia (INAplas), Institut Teknik Bandung (ITB), pemerintah daerah dan masyarakat dalam menerapkan konsep Masaro, CAP bertujuan untuk membangun kebiasaan memilah sampah yang baik,” jelasnya.

Mengenal Sakit Tipes

Demam tifoid perut (demam tifoid, demam tifoid, demam enterik) adalah penyakit menular akut yang biasanya menyerang saluran pencernaan dan hanya menyerang manusia. Sumber penularan penyakit ini adalah melalui air dan makanan. Bakteri Salmonella bisa bertahan lama dalam makanan. Penggunaan air minum yang terkontaminasi bakteri sering kali menyebabkan kejadian luar biasa. Vektor dalam bentuk serangga juga berperan dalam penyebab penularan penyakit.

Spesies yang disebabkan oleh Salmonella Typhosa (S. Thypi) adalah basil gram negatif. Ada 3 bioserotip S, Typhi, yaitu paratyphi A, paratyphi B dan paratyphi C. Bakteri ini mati dengan memanaskan selama beberapa menit hingga 57 ° C. S. Typhi memasuki tubuh melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Manusia adalah satu-satunya reservoir sejati S. Typhi di alam, dan orang-orang dengan infeksi S. Typhi atau pembawa kronis (pembawa) bertindak sebagai sumber utama infeksi / penularan.

Bakteri ini dapat ditularkan melalui sarana terbang. Jika orang tersebut tidak menyadari kebersihan pribadinya, seperti tidak mencuci tangannya dan makan makanan yang terkontaminasi bakteri S. Typhi dalam tubuh orang sehat melalui mulut dan kemudian di perut, beberapa bakteri dihancurkan oleh asam lambung. dan beberapa di usus kecil distal dan usus. rentang jaringan limfoid. Dalam jaringan limfoid ini, bakteri berkembang biak, kemudian memasuki aliran darah dan mencapai sel retikulo-endotel. Sel retikuloendotelial ini kemudian melepaskan bakteri ke dalam sirkulasi darah dan menyebabkan bakteremia. Bakteri kemudian memasuki limpa, usus kecil dan kantong empedu, yang kemudian menjadi tifus.