Liburan ke Kroasia karena Ditindih Mandzukic

Salah satu perayaan gol yang langgeng dikenang pada Piala Dunia 2018 adalah saat Mario Mandzukic dan rekan-rekannya di Timnas Kroasia menimpa fotografer. Kejadian itu terjadi sementara sesudah ia mencetak gol ke gawang Inggris di semifinal. Wajar kekacauan kecil itu terjadi karena para pemain Kroasia senangnya bukan main pada gol kemenangan tersebut. Seorang fotografer yang ditindih oleh Mandzukic tersebut bernama Yuri Cortez. Ia adalah fotografer AFP asal El Salvador. Sebenarnya Cortez tak persoalan ditimpa Mandzukic dan para pemain Kroasia lainnya karena ia menjadi bisa mengabadikan foto-foto unik langsung berasal dari amat dekat. Laki-laki berusia 53 tahun itu termasuk sempat dikecup oleh Domagoj Vida beberapa saat sesudah perayaan itu sebagai permohonan maaf.

Pada kenyataannya, Cortez bukan hanya mendapatkan foto-foto eksklusif berasal dari jarak amat dekat dan juga kecupan Vida. Berkat ditimpa oleh para pemain Kroasia, ia ditimpa oleh durian jatuh lainnya. Dewan Turis Nasional Kroasia (HTZ) memutuskan untuk menimbulkan Cortez dan keluarganya untuk liburan di Kroasia. Dilaporkan ia dan keluarganya dapat tiba di negara Balkan tersebut pada akhir Agustus atau awal September nanti. Direktur HTZm Kristjan Stanicic, bicara kecuali nyaris seluruh turnamen internasional ditandai oleh anekdok menarik. Salah satu kejadian menarik pada Piala Dunia 2018, menurutnya, adalah selebrasi yang membawa dampak Cortez ditindih oleh pemain-pemain Kroasia.

“[Cortez] merekam seluruhnya (perayaan gol Kroasia) bersama kameranya membawa dampak foto yang paling orisinil, akurat, dan tentu luar biasa berasal dari Piala Dunia,” kata Stanicic, dikutip berasal dari itcbet situs judi bola. Menurutnya foto-foto perayaan gol udah menjadi perhatian seluruh dunia, terutama foto Cortez tersebut. Karena diakui sukses mempromosikan kebahagiaan Kroasia, Cortez akhirnya diundang untuk berkunjung ke negara runner-up Piala Dunia 2018 tersebut. “Kroasia adalah negara indah yang hangat dan ramah, dan kami bahagia kecuali Yuri mengiyakan undangan kami dan ia dapat mendapatkan kesempatan untuk merasakannya sendiri.”

Opini id Karya Anak Bangsa

Hal yang berbeda justru saya temukan pada¬†https://opini.id/opinistory/articles ini, awalnya mungkin kita harus scroll kebawah untuk melihat-lihat artikel mana yang ingin kita baca, tapi cobalah kalian klik salah satu artikel tersebut, kombinasi antara gambar dan tulisan dibuat senyaman mungkin untuk pembacanya, jika saya diminta mewakili banyak orang maka saya akan berkata “finally ada web yang tumbuh ke samping, bukan kebawah, heheeh”. Belakangan saya merasa bahwa banyak orang justru ingin intinya saja ketika membaca sebuah ulasan film, memang ada juga yang ingin mengetahui alasan panjangnya, tapi ujung-ujungnya kembali pada perspektif masing-masing, opini yang berbeda antara yang satu dengan lainnya karena yang nonton kan bukan hanya satu orang saja. Sesuai dengan namanya, OPINI, tentu dalam hal penulisan kita akan dituntut untuk lebih banyak mengeluarkan pendapat, dan dalam membuat ulasan film tentunya ini sangat penting, (oh iya, kita membicarakan seseorang yang review film sesuai kesukaan ya, bukan teknis ataupun kritik film, ini yang harus digarisbawah), bagi saya, setelah menonton pasti kita akan banyak mengeluarakan komen-komen yang sebenarnya itu adalah pandangan kita, pendapat kita tentang film yang baru saja kita saksikan, bagus atau tidak, intinya langsung nulis tanpa harus merangkai banyak kata, terkadang.

Masih saya ingat bagaimana warna orange membuat portal web yang satu ini begitu ngejreng di mata saya, sayangnya itu dulu, portal web yang sering saya panggil dengan nama Opini.id, saat ini sudah bermetamorfosis menjadi portal web yang ‘kekinian’, saat dibuka melalui PC rasanya ingin sekali saya touch layar bak membaca sebuah buku. Tampilan home yang didominasi warna putih membuat saya betah menjelajah cukup lama, sambil membaca sederet judul-judul artikel yang terpampang saya pun disuguhkan dengan foto – foto yang menarik, bahkan terkadang tanpa membaca judulnya pun saya sudah tahu apa isi artikel tersebut, mungkin ini yang dinamakan people judge book by cover. Entah bagaimana jari saya bisa mengetik kata tersebut, yang saya pikirkan kala itu adalah diri saya sendiri, bukan egois, namun saya berusaha melihat hal yang sebenarnya terjadi saat ini melalui diri saya. Pernah kalian merasa bosen membaca judul tulisan? membaca judulnya saja sudah bosan, apalagi isinya, benarkan? hal ini terkadang saya rasakan ketika membuka portal web, berita bisanya, yang judulnya sangat lebay tapi isinya tulisannya dikit iklannya yang banyak, fotonya juga hanya satu dan ketika ingin scroll kebawah ribetnya minta ampun karena sulit membedakan mana lanjutan artikel, iklan dan mana judul berita yang berbeda, mungkin jika bisa berbicara PC akan berucap “stop menggulung-gulung saya, kenapa kalian tak maksimalkan layar yang ada dihadapan kalian saat ini!”

Langsung menulis? kalau lewat PC kan repot! yaiyalah, saya juga berpikir demikian, tapi Opini.id juga hadir loh via mobile, dan setelah beberapa kali mencoba menulis disana saya sudah cukup merasa nyaman. Awalnya memang sulit, bahkan mencari tempat dimana kita akan memulai menulis saja melelahkan, namun sesuai target pembacanya yang lebih ke anak muda seperti saya, Opini.id ‘kena’ banget, hasil tulisan kita akan menjadi lebih menarik dibaca. Sudah bisa kalian download di Playstore dengan nama ‘OPINI’, sepintas mungkin kalian akan teringat dengan aplikasi Steller, tapi semakin lama menggunakannya kalian akan tahu ada beberapa perbedaan antar keduanya. Ketika menuliskan langsung tentang sebuah film di OPINI, saya seakan menuliskan intinya saja, hal-hal penting yang saya rasakan setelah menyaksikan sebuah film, dan mungkin bisa saya kembangkan menjadi sebuah artikel panjang jika saya mau.

Liverpool Tak akan Tergelincir Lagi

James Milner menjanjikan kepada pengagum jikalau Liverpool tak bakal tergelincir lagi. Janji ini diucapkannya usai Liverpool tersingkir berasal dari babak 3 Piala FA usai kalah berasal dari Wolverhampton Wanderers. Ini menjadi kekalahan kedua beruntun Liverpool dalam pekan ini. Sebelumnya, Liverpool termasuk kalah 1-2 berasal dari Manchester City. Dua kekalahan beruntun ini pasti membawa dampak pengagum Liverpool was-was. Namun Milner menjelaskan dua kekalahan beruntun hanya ketidakberuntungan saja.

Dia berjanji Liverpool bakal segera bangkit di pekan-pekan mendatang. Pada akhir pekan nanti, Liverpool bakal menghadapi Brighton Hove Albion. Liverpool tak boleh tergelincir lagi jikalau idamkan menjaga posisi puncak klasemen Liga Inggris. Tren jelek di 2019 bakal cobalah dihentikan oleh Liverpool. Milner yakin The Reds bakal memetik kemenangan lagi. Kekalahan beruntun pasti tidak bagus membuat kami, tetapi Anda pasti bakal tersandung dalam satu musim,” ujar Milner seperti dikutip situs judi online terpercaya dan bandar judi bola terbesar di dunia. Ini bukan soal dua kekalahan beruntun itu, semuanya sebenarnya telah diprediksi. Ini soal bagaimana Anda bangkit dan menjawab dua kekalahan itu.”

Milner menjelaskan yakin Liverpool dapat bangkit lagi. Soalnya, kata dia, pemain Liverpool miliki karakter. Memang ringan katakan itu, tetapi kami sebenarnya mesti laksanakan itu di akhir pekan,” ujarnya terhadap daftar agen bola terpercaya dan bursa taruhan bola hari ini. Liverpool merotasi sembilan pemain saat menghadapi Watford. Pemain muda seperti Curtis Jones dan Rafael Camacho beroleh peluang tampil. Bahkan pemain 16 tahun, Ki Jana Hoever termasuk terpaksa tampil untuk gantikan Dejan Lovren yang cedera.

Namun begitu, justru Milner yang laksanakan blunder sehingga terciptanya gol Raul Jimenez. Divock Origi samakan skor untuk Liverpool sebelum akan Ruben Neves beri kemenangan untuk Wolvers. Kami tak beroleh hasil yang diinginkan, tetapi itu tak bakal berjalan terus. Tim seperti Liverpool selalu idamkan menang, kami pasti kecewa gagal lolos,” ujarnya.

3 Bomber Ganas dengan Paceklik Gol Terburuk di Liga Inggris

Musim lalu, striker muda Manchester City, Gabriel Jesus dapat mencetak 13 gol didalam 29 tampilan di Liga Inggris. Dia membantu timnya menjuarai Liga Inggris. Namun, performa striker berusia 21 tahun itu mengalami penurunan mencolok musim ini. Dia baru mencetak tiga gol didalam 14 pertandingan di Liga Inggris. Parahnya, pemain asal Brasil itu udah gagal mencetak gol didalam 11 pertandingan beruntun. Gabriel Jesus tak sendirian mengalami paceklik gol. Bintang Chelsea, Eden Hazard termasuk sempat mengalami kendala berikut di musim ini. Dia absen mencetak gol untuk Chelsea didalam delapan pertandingan paling akhir di Liga inggris.

Namun Hazard lumayan beruntung. Sebab, pemain asal Belgia itu udah mencetak satu gol saat Chelsea menang 2-1 atas Brighton, Minggu (16/12/2018). Hal yang dialami Eden Hazard dan Gabriel Jesus ini belum seberapa. Ada tiga pemain di Liga Inggris yang mengalami paceklik gol terlalu parah. Striker asal Burundi, Saido Berahino udah malang melintang di Liga Inggris sejak 2010. Tercatat, dia pernah memperkuat West Bromwich Albion hingga Stoke City. Pemain berusia 25 tahun itu mengalami paceklik gol yang terlalu parah. Dia pernah tidak mencetak gol didalam 48 pertandingan di Liga Inggris. Berahino butuh 913 hari untuk mencetak gol pertamanya untuk klubnya, Stoke City di Liga Inggris musim lalu. Ketika itu dia mencetak gol ke gawang Huddersfield, Agustus 2017.

Dikutip dari Cara Taruhan Judi, Luis Boa Morte pernah memperkuat Arsenal, Southampton, Fulham, hingga West Ham United saat masih aktif bermain di Liga Inggris. Dia mengalami paceklik gol saat membela West Ham United terhadap musim 2007/08 hingga 2009/10. Boa Morte gagal mencetak gol didalam 56 pertandingan beruntun. Pria yang kini berusia 41 tahun itu baru dapat mencetak gol saat West Ham melawan Manchester City. Namun terhadap musim berikutnya, saat memperkuat klub Yunani, AEL, Boa Morte absen mencetak gol didalam 22 pertandingan berturut-turut.

Liverpool Akan Menantang Burnley di Turf Moor

Liverpool akan menantang Burnley di Turf Moor, Rabu (lima/12/2018) atau Kamis dini hari WIB dalam lanjutan Liga Inggris. Di laga ini, manajer Liverpool, Jurgen Klopp enggan terpengaruh peringkat tim lawan di papan klasemen. Di atas kertas, Liverpool dijagokan meraih kemenangan atas Burnley. Sebab, The Reds, julukan Liverpool, berada di peringkat ke 2 dengan 36 poin, sedangkan Burnley di urutan ke-19 dengan 9 poin. Kendati diunggulkan, Klopp tidak mau memandang remeh Burnley. Menurut pria berusia 51 tahun tersebut, Burnley sanggup tampil luar biasa di kandangnya sendiri.

“Kita singkirkan dulu posisi ke 2 tim. Turf Moor merupakan loka yang sulit. Sebab, saya pernah main pada sana & itu selalu sulit,” istilah Klopp, dikutip dari situs resmi Bonus Deposit Judi. Klopp sudah empat kali menghadapi Burnley. Pria asal Jerman itu mencatatkan dua kemenangan, sekali imbang, dan menelan satu kekalahan. Tim asuhan Klopp kemasukan 5 gol dan kebobolan lima gol kala melawan Burnley. Mengalahkan mereka adalah tantangan akbar. Saya harus memastikan tim siap melawan Burnley,” ujar manajer Liverpool yg kerap menggunakan kacamata itu.

Klopp masih mengingat betul kemenangan manis Liverpool pada Turf Moor, 1 Januari 2018. Ketika itu, The Reds menang dua-1 atas Burnley di tahun baru. Musim lalu, kami menang menggunakan gol yang datang terlambat. Kami bermain pukul 3 sore, cuacanya tidak cantik. Itu hari yg sangat berat,” ucap Klopp. Tetapi, kami berhasil memenangkannya. Hasil itu memberikan kami poly output positif. Dan sekarang, kami wajib siap melawan mereka,” kata laki-laki yang menangani Liverpool semenjak 8 Oktober 2015.