Game Ea Terbaik 

Bermain Video Game, menjadi salah satu hiburan dari orang orang modern. Untuk membuat hiburan ketika sudah lelah atau penat setelah bekerja. Bermain game bisa menjadikan suasana dan mood lebih menyenangkan. Namun bermain game juga berdampak buruk ketika dimainkan berlebihan, jika bermain game dengan bijak game juga bisa bermanfaat untuk perkembangan otak pemain nya. Ada banyak konsol serta developer game yang beragam. Salah satu nya adalah EA atau Electronic Arts. Baru baru ini merka mengeluarkan fifa 20 dengan fitur terbarunya. Namun selain fifa ada banyak game yang mereka produksi yang sayang jika anda lewatkan, serta mainkan. Berikut Game Dari EA yang terbaik. Banyak produsen game bermunculan, serta menawarkan permainan-permainan terbaru. Selain EA yang masih konsisten sampai. Perlu diketahuibahwa EA juga mengeluarkan game dengan kualitas baik dari daftar dibawah ini.

Sim City

Yang pertama adalah Sim City, Sim City merupakan game simulasi membangun kota ini, cukup membuktikan bahwa bukan hanya gamer yang ber spesifikasi berat saja yang bsia masuk ke jajrab gme EA terbaik. Karena simcity adalah game terpopuler di dunia. Game yang pada tahun 1989juga menjadi game versi PC tang terlaris sampai pda tahun 2012.

Need For Speed 

Salah satu dari game balap yang masuk menjadi game EA terbaik sepanjang masa. Untuk yang suka bermain game balap pastinya tidak aneh dengan nama game yang satu ini. Game ini pertama kali dirilis untuk plalystation 1, PC juga SEGA Saturn pada tahun 1994. Produksi game ini juga melibatkan banyak pihak untuk pembuatannya seperti EA Canada, EA Seattle, EA blackBox, dan juga pihak pihak yang lain. Game ini dinobatkan sebagai game balap yang paling sukse dengan penjualan nya yang tembus hampir 150 kopi di seluruh dunia.

Medal Of Honor 

Game PFS yang terbaik dari EA sendiri adalahg Medal of Honor, yang sekaligus game yang pertama di rilis EA pada tahun 1999. Walaupun medal of honor kalah pamor dibandingkan game tembak menemnak lainnya, Namun game ini sudah meraup penghargaan dari Guiness Worl Record sebagai best-selling FPS franhise pada era nya.

Battlefield 

Salah satu game anddalan yang merupakan Game FPS selain medal of honor adalah battlefield, game ini merupakan salah satu game dari EA yang banyak dinantikan versi dan update terbaru nya. dikembangkan oleh EA Digital Illusion CE, game ini dirilis pertaman kali di tahun 2002, penjualannya sudah lebih dari 50 juta copy di tahun 2012 di seluruh dunia, sampai saat ini penjualan nya pin kian meningkat ketika game battlefields dirilis oleh next gen.

Mule 

EA juga mengeluarkan game bergenre strategy. Game ini dirilis pada tahun 1983 yang dinobatkan sebagai salah satu game terbaik oleh IUP.com. game ini dapat dimaikna pada berbagai platform yang tentu sekarnag ini susah jarang dikenal, sepert Ataro 8-bit, Commodore 64, IBM PCjr dan NES.

FIFA

Siapa yang tidak kenal dengan game yang satu ini, Game ber genre sport ini sangat direkomendasikan apalagi fifa 20 untuk anda yang menyukai sepakbola. Game ini pertama dirilis pada tahun 1993 yang pada awal perilisannya bernama FIFA international Soccer dan dirilis sendiri Oleh EA Sports. Jadi wajar saja game ini adalah game EA terbaik sepanjang masa.

Microsoft Perbarui Teknologi Pengenal Wajah

Microsoft baru saja memperbarui teknologinya di ranah face recognition. Pembaruan ini diklaim membantu kecerdasan buatan (artificial intelligent) Microsoft untuk mengenali wajah dengan warna kulit beragam dengan lebih baik.

Dengan pembaruan ini, Microsoft mengungkapkan tingkat kesalahan kecerdasan buatannya dalam mengenali wajah berkulit gelap akan menurun hingga 20 kali lipat.

Di samping itu, tingkat kesalahan dalam mengenali wajah perempuan juga diklaim menurun hingga sembilan kali lipat.

Dilansir dari The Verge, pada Februari lalu MIT’s Media Lab merilis sebuah laporan yang menyatakan bahwa teknologi face recognition milik Microsoft, IBM, dan Megvii salah mengenali wajah perempuan berkulit gelap hingga mencapai 35 persen.

Sedangkan, 99 persen wajah laki-laki berkulit terang berhasil dikenali dengan baik oleh sistem-sistem tersebut.

Menurut Microsoft, hal ini menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan hanya akan berfungsi berdasarkan data yang digunakan untuk melatih kemampuan mereka.

Tim yang bertanggung jawab dalam pengembangan teknologi face recognition di Microsoft bekerja sama dengan para ahli untuk membuat suatu sistem yang dinamakan Gender Classifier. Sistem ini diharapkan akan memaksimalkan kinerja face recognition terhadap semua warna kulit.

“Kami membahas bagaimana mengumpulkan lebih banyak koleksi data untuk melatih kecerdasan buatan. Kami juga membahas tentang strategi pengujian sistem secara internal sebelum menyebarluaskan sistem tersebut,” ujar seorang peneliti senior di laboratorium penelitian Microsoft di New York, Hanna Wallach.

Kalah Sengketa Paten, Samsung Bayar Rp1,96 T ke Apple

Sengketa hak paten antara Apple dan Samsung akhirnya menemui titik terang.

Perusahaan asal Korea Selatan ini akhirnya sepakat membayar denda pelanggaran hak paten terhadap Apple. Pengadilan Distrik California Utara telah menandatangani putusan sengketa antara kedua raksasa teknologi tersebut.

Meski tak mengungkap besaran denda, Samsung diduga harus membayar US$140 juta (sekitar Rp1,96 triliun) pada bulan Mei. Juri dalam sidang tersebut telah memutuskan Samsung harus membayar denda sebesar US$539 juta kepada Apple.

Namun sebelumnya Samsung telah membayar kompensasi sebesar US$399 juta atas sengketa yang telah berjalan selama tujuh tahun terakhir.

Apabila keputusan juri telah disahkan, Samsung dikabarkan harus membayar tambahan sebesar US$140 juta.

Dilaporkan Reuters, keputusan ini diambil setelah anggota juri memutuskan bahwa Samsung telah melanggar mayoritas paten yang dipermasalahkan, termasuk fitur perangkat lunak seperti double-tap zooming dan scrolling. Perangkat Samsung dianggap melanggar gaya perangkat keras hingga peletakan ikon.

Perseteruan antara keduanya dimulai pada 2011 saat Apple menuduh Samsung melangggar hak paten karena meniru desain iPhone dan fitur perangkat lunak untuk ponsel seri Galaxy S.

Juri pada 2012 lalu sempat memenangkan Apple dan mengharuskan Samsung membayar lebihd ari US$1 miliar, meski belakangan hakim federal mengurangi denda menjadi US$450 juta.

Perseteruan berlanjut hingga ke Mahkamah Agung yang memutsukan Samsung untuk membayar denda US$399 juta. Hakim kemudian mengirim kasus ini ke Pengadilan Distrik California Utara untuk menyelesaikan denda. Namun ketika dibawa ke pengadilan yang lebih rendah ini, para juri berpihak pada Apple dan mengharuskan Samsung membayar sejumlah kerugian.

Juru bicara kedua perusahaan menolak mengomentarai syarat penyelesaian sengketa. Kendari demikian, juru bicara Apple mengatakan bahwa pihaknya memberi perhatian mengenai hak-hak paten.

“Apple sangat peduli tentang desain, kasus ini melebihi soal uang. Apple menyalakan revolusi ponsel pintar dengan iPhone. Faktanya Samsung secara terang-terangan meniru desain kami. Penting bagi kami untuk melanjutkan perlindungan  kerja keras dan inovasi yang diciptakan orang-orang di Apple,” kata jubir Apple seperti dilansir dari CNN.

Profesor hukum paten dari Universitas Villanova Michael Risch mengatakan putusan ini menjadi babak penyelesaian baru yang mengharuskan Samsung merogoh kocek tambahan untuk membayar denda.

Michael mengatakan Apple telah memenangi mayoritas pertempuran, namun bukan berarti Samsung kalah total. Apple memang berhasil memenangi dengan keputusan hukuman US$1 miliar yang menunjukkan bahwa Samsung benar-benar meniru Apple. Akan tetapi, Michael memandang Samsung juga berhasil menghindari hukuman larangan penjualan ponsel di Amerika Serikat.